Tuesday, 8 November 2016

Bagaimana Santri dalam Menyikapi Money Politics?

Remaja-Kertomulyo|| 9 November 2016

Bagaimana Santri dalam Menyikapi Money Politics?


 Pilkada di Indonesia secara serentak sudah memasuki tahap kampanye di 101 daerah dari tingkat provinsi, kabupaten, dan kota di Indonesia, Selasa (25/10/2016).

Dalam hiruk pikuk pilkada, tentu akan muncul isu kampanye hitam (black campaign) yang salah satunya adalah money politics. Lalu bagaimana kita sebagai santri dalam menyikapi hal tersebut?

Dalam Munas Alim Ulama’ dan Konbes NU 2012 ditegaskan bahwa money politics itu haram,
sehingga masyarakat harus menjauhinya.

Dalil yaang Melarang Money Politics Allah Ta’ala berfirman: “Dan janganlah kalian memakan harta-harta diantara kalian dengan cara yang bathil” [QS. Al-Baqarah: 188]. Imam al Qurthubi mengatakan, “Makna ayat ini adalah janganlah sebagian kalian memakan harta sebagian yang lainya dengan cara yang tidak benar.” Dia menambahkan bahwa “barang siapa yang mengambil harta orang lain bukan cara yang dibenarkan syariat maka sesungguhnya ia telah memakannya dengan cara yang bathil.

Diantara bentuk memakan dengan cara yang bathil adalah putusan seorang hakim yang
memenangkan kamu sementara kamu tahu bahwa kamu sebenarnya salah. Sesuatu yang haram tidaklah berubah menjadi halal dengan putusan hakim” (al Jami’LiAhkamil Qur’an juz II hal 711).

Friday, 21 October 2016

NU Ranting Desa Kertomulyo Bersama Masyarakat Ber-Sholawat Nariyah Memperingati Hari Santri Nasional

Kertomulyo|21 october 2016
NU Ranting Desa Kertomulyo Bersama Masyarakat Ber-Sholawat Nariyah Memperingati Hari Santri Nasional
Menyambut peringatan Hari Santri yang jatuh pada 22 Oktober, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggelar pembacaan Salawat Nariyah serentak Se-Indonesia. Acara Nariyahan Serentak ini bakal digelar pada tanggal Jumat 21 Oktober 2016 malam.

Acara yang berlangsung di masjid Sabilal Muttaqien dimulai dengan sambutan ketua Tanfidziyah Ranting NU Desa Kertomulyo, Drs. Ahsin, menceritakan sejarah Resolusi Jihad yang jatuh pada tanggal 22 oktober 1945.

“Peristiwa resolusi jihad itu dulu, saat kondisi negara Indonesia akan diserang kembali oleh Belanda dan sekutunya, lalu Presiden Ir. Soekarno mengirim surat kepada Mbah Hasyim Ays’ari untuk bertanya sikap apa yang harus dilakukan. Lalu dijawablah dengan resolusi jihad itu”, ceritanya.


Acara tersebut juga dihadiri oleh semua elemen masyarakat, baik Pemerintah Desa Kertomulyo beserta jajarannya, juga ormas banom NU, ada ANSOR, BANSER, MUSLIMAT, IPNU, IPPNU, serta Siswa-siswi MTs Shirothul ulum beserta bapak-ibu guru.



Acara tersebut diakhiri dengan makan nasi di “nampan” dengan lauk bandeng pecel khas pesisir.

#salamsantripesisir

Tuesday, 18 October 2016

Peresmian Hari Santri – Sholawat Nariyah – IRMAS Kertomulyo

Kertomulyo||19 October 2016

Peresmian Hari Santri – Sholawat Nariyah – IRMAS Kertomulyo

Peresmian Hari Santri

Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam peresmian Hari Santri Nasional di Mesjid Istiqlal Jakarta, Kamis (22/10/2015) mengatakan penetapan tersebut merupakan bentuk penghargaan pemerintah terhadap peran para santri dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

"Mengingat peran tokoh-tokoh santri seperti Kyai Hasyim Ashari, Kyai Ahmad Dahlan dan lainnya. Untuk itu dengan seluruh pertimbangan, Pemerintah menetapkan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional," kata Presiden Jokowi.



Semiliar Selawat Nariyah Puncak Hari Santri Nasional 2016

Pembacaan satu miliar selawat Nariyah menjadi puncak rangkaian kegiatan peringatan Hari Santri Nasional di seluruh wilayah Indonesia.

"Pembacaan selawat Nariyah akan dilakukan secara serentak dari Sabang sampai Merauke pada 21 Oktober 2016," kata Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Helmy Faishal Zaini di Jakarta, Jumat (16/9).

"Sistemnya 'by name by address', baik masjid, musala, pondok pesantren, maupun majelis taklim, termasuk pengurus NU mulai dari ranting (desa) hingga wilayah (provinsi). Masing-masing elemen itu mendapatkan jatah baca selawat Nariyah sebanyak 4.444 kali sehingga nanti terkumpul satu miliar bacaan," kata alumnus Univesitas Darul 'Ulum, Jombang, Jawa Timur, itu.

Pembacaan dilakukan pada 21 Oktober 2016 pukul 19.00 hingga 21.00 waktu setempat dan diperkirakan melibatkan 10 juta orang. Helmy menjelaskan bahwa pembacaan selawat Nariyah tersebut sebagai doa dengan harapan bangsa Indonesia dilepaskan dari segala marabahaya.

IRMAS Kertomulyo

Begitu juga Takmir Masjid di desa Kertomulyo, yang mendapat surat edaran dari kabupaten pati. Dihimbau untuk bersama-sama dengan ormas islam lainya membacakan sholawat nariyah.

Kemarin,(14/10) setelah sholat jumat pengurus IRMAS (Ikatan Remaja Masjid) diundang rapat bersama Takmir membahas kegiatan yang akan diselenggarakan jumat depan (21 Oktober) depan.

Rencananya kegiatan tersebut akan melibatkan banyak ormas, ada Muslimat, Fatayat, Ansor, Banser, IPNU, IPPNU Ranting Kertomulyo, ada juga Pemerintah Desa beserta BPD, LPMD, serta Karang Taruna.

Soal tempat, kata Ketua Takmir Masjid Sabilal Muttaqien, H Taefur Alam S.Ag, "nanti akan di gelar juga terpal di parkiran khusus untuk anak-anak MTs baik putra maupun putri".

Selain itu, konsep makannya juga unik, disediakan nampan yang diisi nasi dan lauk pauknya yang nanti akan dimakan bersama-sama, khas anak pesantren. [SLM]


#SantriPesisir